Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ikrar Bersama di Lapas Pariaman: Perang Terbuka Melawan Narkoba dan Handphone Ilegal

23 April 2026 | 11:07 WIB Last Updated 2026-04-23T04:07:46Z
Pariaman— Suasana di halaman Lapas Kelas IIB Pariaman, Kamis (23/4/2026), tidak sekadar diisi apel rutin. Seluruh jajaran petugas dan ratusan warga binaan berdiri dalam satu barisan, mengucapkan ikrar bersama: memberantas narkoba dan peredaran handphone ilegal dari balik jeruji.

Ikrar itu bukan seremoni formalitas. Pihak lapas menegaskan komitmen tersebut langsung dibarengi langkah konkret berupa tes urine menyeluruh terhadap 589 warga binaan dan 91 pegawai. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun yang positif narkoba.

Kepala Lapas Pariaman, Boy, mengatakan deklarasi bersama itu menjadi penegasan bahwa perang terhadap narkoba harus dimulai dari dalam.

“Ikrar ini adalah komitmen moral dan institusional. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Pariaman benar-benar bersih, bukan hanya dalam slogan, tapi dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Menurut Boy, integritas petugas menjadi fondasi utama. Karena itu, seluruh pegawai tanpa kecuali ikut menjalani tes urine sebagai bentuk transparansi.

“Kalau ingin bersih, semuanya harus terlibat. Tidak ada pengecualian. Petugas dan warga binaan berdiri dalam komitmen yang sama,” katanya.

Selain tes urine, pengawasan terhadap peredaran handphone ilegal juga diperketat. Pemeriksaan blok hunian dilakukan untuk memastikan tidak ada alat komunikasi terlarang yang digunakan untuk kepentingan di luar pembinaan.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan mendukung proses pembinaan. Menurut Boy, keberhasilan pembinaan tidak akan maksimal jika masih ada akses terhadap narkoba maupun komunikasi ilegal.

Ikrar bersama ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya integritas di internal lapas. Petugas diingatkan untuk menjaga profesionalisme, sementara warga binaan didorong untuk mengikuti proses pembinaan secara tertib.

Dengan jumlah penghuni yang mencapai hampir enam ratus orang, menjaga lapas tetap steril dari narkoba dan barang terlarang bukan perkara sederhana. Namun, pihak lapas menilai langkah kolektif seperti ini penting untuk membangun kesadaran bersama.

“Ikrar ini bukan akhir, tapi pengingat bahwa komitmen harus dijaga setiap hari,” ujar Boy.

Di tengah sorotan publik terhadap peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan di berbagai daerah, Lapas Pariaman mencoba menunjukkan arah berbeda: membangun citra bersih melalui komitmen bersama yang dibuktikan lewat tindakan nyata.

×
Berita Terbaru Update